Contoh Soal Pilihan Ganda USBN Bahasa Indonesia 2019 + Jawaban #bagian 2

Sahabat pembaca www.Griyachumaidi.com, semoga dalam keadaan Sehat, dan mendapatkan yg di cari disini, jika ada waktu bacalah hingga selesai.


11. Cermati kutipan novel berikut:
Begitulah keseharian kami. Bermain kami adalah belajar. Belajar kami adalah bermain. Kami pun merasa betah dan berharap pelajaran tak lekas usai. Dengan pembelajaran serupa ini, bahkan kami kian akrab. Terkadang pelajaran itu berupa bermain kelompok. Pak guru memecah semua siswa secara acak bergantian.
(Sumber: Sang Pelopor, Alang-Alang Timur)
Makna tersirat yang terkandung dari novel tersebut adalah...
A.    Kita harus belajar sungguh-sungguh
B.     . Kita harus banyak belajar dan bermain.
C.     Belajar sambil bermain itu menyenangkan
D.    Bermain boleh saja asal tidak lupa belajar.
E.     Belajar permainan itu menyenangkan.
12. Cermati kutipan teks drama berikut!
Norma   :    ”Sebenarnya aku tidak suka dengan keadaanku ini. Sejak kecil aku  tinggal dengan bibiku.”
Sarah     : ”Kalau menurutku, sebaiknya kau bersyukur. Bibimu kan sudah merawatmu. Itu berarti kau sudah menjadi anak emas.”
Norma   :    ”Benar seperti itu?”
Sarah     :    ”Iya tentu saja. Buktinya semua keperluanmu dicukupinya.”
Norma   :    ”Tapi aku perlu orang tuaku sendiri!”
Sarah     :    ”Sebaiknya kau bersabar saja, mudah-mudahan suatu saat kau dapat bertemu dengan mereka.”

        Makna anak emas pada kutipan teks drama tersebut adalah ….
A.   anak kesayangan
B.   anak satu-satunya
C.   anak kandung
D.   orang yang sabar
E.    orang kepercayaan
13 Cermati kutipan novel berikut.
Perkataan itu terdengar oleh sekalian isi kantor. Semua pesuruh berdiri dari bangku kedudukannya, memandang Kosim tenang-tenang. Warna muka orang muda itu merah padam, matanya bersinar-sinar. Bukan main marahnya karena ia dihinakan. Ia pun berkata dengan gagap, “Saya bu…bukan bujang, juragan.”
“Aku kepalamu, tuanmu, tahu? Kepadaku engkau minta izin jika hendak ke mana-mana dari kantor ini.” “Keras kepala, bin… engkau! Ini manteri kabupaten, Manteri Surya, mengerti? Awas…”
Kosim gemetar, kedua bibirnya bertaut dan matanya terbelalak berapi-api. Ia melangkah menuju meja manteri dan membulatkan tinjunya. Seketika itu juga tangannya dipegang oleh Suminta cepat-cepat lalu ia ditariknya keluar.
“Sudah Juragan Kosim,” katanya perlahan-lahan. Pergilah, ah…mana gelas itu Juragan Manteri? Saya cuci, saya beli kopi sekali?” Surya terdiam diri, dagunya gemelutuk karena berang. Sejurus antaranya ia pun memegang pena seakan-akan hendak bekerja. Akan tetapi, tak dapat, hatinya masih berang.
Nilai budaya dalam kutipan novel di atas adalah…
A.  . Seorang yang ingin bepergian tidak harus izin dengan atasannya
B.  Siapapun harus meminta izin bila meninggalkan ruang kerja
C.  Seorang anak buah tidak harus hormat dan patuh kepada atasan.
D.  Seorang atasan harus berani dan sering menegur bawahannya.
E.   Menentang perintah atasan apabila tidak berkenan di hati.


       Cermati kutipan novel berikut!
   Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.
Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.
 ”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”
Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally.

Jendela Kecil, Souzan Kresida

        Amanat  kutipan novel tersebut adalah ...
A.   Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.
B.   Hormatilah guru yang telah memberi  bekal ilmu kepada para siswa.
C.   Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.
D.   Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.
E.    Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.
15. Cermati kedua teks berikut:
Teks 1
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus sapi. Suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya “Setiap hari, sapi-sapi ini bapak beri makan apa?” peternak menjawab “Ohh, saya beri makan rumput saja”
“Kalau begitu, Bapak saya denda dua juta rupiah karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak,” kata si petugas.
Selang beberapa minggu, petugas datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak, “Bapak beri makan apa sapi-sapi ini?” kata si petugas. Si peternak menjawab “Saya beri makan keju, Hamburger dan susu”. “Kalau begitu, Bapak saya denda tiga juta rupiah karena memberi makan di luar batas sewajarnya,,” kata si petugas. Seminggu kemudian datang lagi si petugas dengan pertanyaan yang sama.
Si peternak menjawab “Begini pak,setiap hari sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan di mana....”
Teks 2
Seorang perempuan sangat ingin mempunyai sepatu dari kulit buaya. Dia pun pergi ketoko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“mahal amat sihh,” tanya si perempuan.
“kalau ingin murah, ya tangkap buaya sendiri sana,” kata si pemilik toko.
Terinspirasi dari perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi kesungai besar di daerah itu sambil membawa senjata api
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum ketika melihat tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Semetara itu, si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan senjatanya ke seekor buaya lainnya. Suara tembakan terdengar. Kemudian si perempuan menyeret buaya ke tempat yang baru ditembaknya ke pinggir dan kemudian berkata, yang ini juga tidak pakai sepatu.
Persamaan kedua teks anekdot tersebut adalah...
A.    Kedua tokoh utama sama-sama menggeluti bidang bisnis peternakan.
B.     Kedua teks memiliki objek yang sama yaitu binatang.
C.     Kedua teks menggambarkan keberhasilan tokoh utama
D.    Keduanya menggambarkan kegembiraan tokoh utama.
E.     Kedua teks menggambarkan kekaguman tokoh utama pada binatang.
16. Bacalah kedua kutipan novel berikut.
Teks 1
Perkakas rumah dan pakaian yang ditinggalkan Si Mina sehelai demi sehelai pindah ke rumah gadai. Apabila Bertes tidak mabuk dan pikirannya tenang, terasalah olehnya kemiskinan yang dideritanya itu. Ia pun menyesal dan menyalahkan Si Inem seorang perempuan yang pembantah.
Teks 2
Pangeran Purbaya bersama dua istri dan  seorang anaknya telah bersembunyi di dalam suatu jurang yang tidak berapa dalamnya. Dengan sangat duka citanya, ia duduk termenung di atas sehelai permadani kecil. Sebuah pelita kecil yang terletak di sudut memberi cahaya yang samar-samar.
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah….
A.  Teks 1 Penggambaran watak tokoh langsung digambarkan oleh pengarangnya, teks 2 Penggambaran watak tokoh berdasarkan pembicaraan tokoh lain
B.   Teks 1 latar tempat tidak jelas, teks 2 latar tempatnnya jelas
C.   Teks 1 Menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama, teks 2 menggunakan sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat
D.  Teks 1 Terdapat tiga tokoh utama,   teks 2 terdapat empat tokoh utama.
E.   Teks 1 dan 2 banyak menggunakan bahasa asing.
17. Cermati kutipan cerpen berikut:
1)      Lebih dari itu, persahabatan akan lebih awet jika muncul dari hati yang tulus.
2)      Aku tidak maksud mengkhianatimu, Tin.
3)      Tidak, itu tidak penting. Kamu harus tahu itu. Karena teman-temannya penasaran, aku ditanya olehnya.
4)      Itulah yang membuat aku menasehatimu agar lebih memahami arti persahabatan.
5)      Ketahuilah, persahabatan itu lebih penting daripada pemberian apapun, apalagi sekedar uang hadiah.
Urutan yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah...
A.       2-4-3-5-1
B.       4-1-2-5-3
C.       2-5-3-1-4
D.       4-1-5-2-3
E.        5-4-3-2-1
18. Cermati kutipan novel berikut.
Pusing kepala Inop sekarang. Rasanya tumbuh sebuah uban sehari di kepalanya. Ke mana hendak dicarikannya uang tiga juta rupiah untuk diserahkan kepada keluarga calon mertuanya. Uang itu akan digunakan sebagai pengisi sudut namanya, suatu istilah untuk menamakan pemberian pihak calon mempelai laki-laki kepada keluarga calon mempelai perempuan.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang, Mak?” tanya Inop agak melotot kepada Amaknya.
“Kau sudah aku bilang, tak usah buru-buru kawin. Ka babini seperti orang sasak cirik sajo. Kini aden juo yang susah!” jawab Mak marah. Sekarang bukan satu, tiga puluh tiga uban sehari bertunas di kepala Inop.
Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
A.  Pihak calon mempelai laki-laki memberi sesuatu kepada pihak keluarga calon mempelai perempuan
B.  Saling menerima
C.  Saling memberi sesatu ketika hendak menikah
D.  Uban yang semakin banyak tumbuh dikepala Inop
E.   Selalu marah ketika hendak menikah.
19. Cermati teks ulasan berikut.
(1) Novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar menceritakan kehidupan Kekeyang divonis mengidap kanker jaringan lunak. (2) Walaupun divonis mengidap penyakit yang mematikan, Keke tetap ceria dan tida putus asa. (3) Dia tetap memiliki semangat hidup yang tinggi dan tidak malas untuk berobat ke dokter. (4) Buku ini dikemas dengan sampul yang tipis sehingga mudah lepas.
Kalimat yang menyatakan kelemahan pada teks tersebut adalah...
A.    1
B.     2
C.     4
D.    3
E.     Semua benar
20. Cermati paragraf berikut!
Di daerah, kami misalnya masih banyak orang laki-laki, yang makan sirih. Meskipun demikian para remaja perempuan, tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka

        Perbaikan penggunaan tanda baca pada paragraf tersebut yang benar  adalah ...
A.   Di daerah kami  misalnya  masih banyak orang laki-laki yang makan sirih. Meskipun demikian  para remaja perempuan tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka.
B.   Di daerah kami  misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih. Meskipun demikian, para remaja perempuan, tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka.
C.   Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih. Meskipun demikian, para remaja perempuan tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka.
D.   Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan Sirih. Meskipun demikian, para remaja perempuan, tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka.

E.    Di daerah kami, misalnya  masih banyak orang laki-laki yang makan sirih. Meskipun demikian para remaja perempuan, tidak terpengaruh dengan kebiasaan mereka.


Mungkin cukup sampai disini ,Tidak ada salahnya anda juga membaca artikel yang lain di website ini Terima kasih telah berkunjung di www.Griyachumaidi.com dan Kunjungi channel youtube kami di Griya chumaidi sampai jumpa di lain kesempatan jangan lupa bagikan, Subscribe like dan share agar lebih bermanfaat kepada yang lain, dan kunjungi lagi dilain waktu agar tidak ketinggalan informasi tentang update terbaru kami .

Belum ada Komentar untuk "Contoh Soal Pilihan Ganda USBN Bahasa Indonesia 2019 + Jawaban #bagian 2"

Posting Komentar

Berikan komentar anda, karena komentar anda sangat berarti untuk pengembangan website www.griyachumaidi.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel